Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cinta Produk Indonesia

Persiapan Untuk Perdagangan Bebas

Sebentar lagi kita akan memasuki era perdagangan bebas, ya masa dimana pemerintah tidak punya kewenangan untuk membatasi keluar masuk barang dan jasa di negaranya. Masyarakat akan berhadapan langsung, sedikit perbedaan harga bisa menjadi peluang atau bahkan bumerang. Perdagangan bebas sebenarnya bukan sesuatu yang harus ditakutkan, tetapi ada resiko yang harus kita hindari sehingga harus tetap ada persiapan yang matang sebelum diberlakukan. Pemerintah harus bisa mendorong masarakat untuk berperan aktif dalam mempersiapkannya, tanpa ada upaya dari semua pihak maka akan sulit bagi kita untuk mempertahankan perekonomian nasional. Banyak kebijakan yang sudah dibuat dalam rangka persiapan perdagangan bebas. Sayangnya kurangnya sosialisasi membuat banyak pelaku usaha masih belum mengetahui dan memahami resiko yang bisa terjadi. Padahal perdagangan bebas antar negara asean akan segara berlaku (MEA). Sumberdaya alam yang melimpah, sumberdaya manusia yang banyak cukup membuat kita percaya...

Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN)

Gerakan Kewirausahaan Nasional atau disingak GKN adalah program pemerintah untuk meningkatkan populasi wirausaha Indonesia, dimana menurut data wirausaha Indonesia hanya 0,24 % dar total populasi penduduk Indonesia. Persentasi ini masih jauh dari populasi normal (ideal) dimana seharusnya populasi wirausaha berada ditingakt 2% dari penduduk. GKN dimulai pada hari rabu tanggal 2 Februari 2011. Untuk merealisasikan GKN pemerintah mebuat banyak kegiatan mulai dari seminar, pelatihan, sampai pinjaman tanpa atau dengan bunga yang ringan. Gerakan Kewirausahaan nasional III GKN III akan dimulai dengan acara seminar nasional yang diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno, dalam acara ini selain menampilkan bintang papan atas juga akan di isi oleh pembicara bertarap Nasional maupun Interasional selain itu akan ada pembagian modal usaha bagi 1500 pengusaha muda dengan modal maksimal 25 juta. Efektivitas GKN Setiap ada program maka bagian terpenting adalah hasil yang di...

Sedikit Sharing Permasalahan Buruh

Perburuhan memang masih menjadi permaslahan yang serius di Indonesia, mulai dari gaji yang kecil sampai persaingan yang ketat untuk mendapatkan pekerjaan. Tentu saja maslah ini harus dicari solusi yang tepat sehingga tercapai kesejahteraan bersama, apalgi buruh adalah pilar utama sebuah negara, semakin baik kesejahteraan buruh maka semakin baik perekonomian negara. Salah satu permasalahan utama adalah dari buruh itu sendiri, dan rakyat pada umumnya, dimana mayoritas lebih suka menggunakan barang impor dibanding menggunakan barang produk lokal padahal tanpa ada kita yang membeli sebuah perusahaan tidak akan mempu untuk memberi gaji yang setimpal dan tentu saja peluang kerja yang ada juga akan lebih sedikit, sehingga permintaan dan penawaran kerja tidak akan seimbang. Tanpa ada kesadaran dari masarakat umum dalam penggunaan produk lokal maka permasalahan buruh tidak akan terselesaikan sampai kapanpun, ini logika sederhana dimana menggunakan produk impor tidak akan memberikan k...

Pakai Produk Lokal = Mempekerjakan Sodara

Perhitungan sederhana tetapi tentu saja sangat berarti untuk kelangsungan kesejahteraan rakyat, saat ini pengangguran yang tinggi masih menjadi masalah negeri ini, sayang kita kurang peka dengan penyelesaian masalah ini kita terlalu berpikir terlalu tinggi mengenai ekonomi makro Indonesia.  Padahal pemeikiran sederhana seperti yang saya utarakan pada judul artikel ini sangat besar pengaruhnya dimana domino efek dari sebuah transaksi ekonomi sangat berperan penting dalam perekonomian makro suatu negara. Begitu juga dengan penggunaan jasa dan produk buatan lokal sangat penting diupayakan, sayangnya negara ini seakan-akan lupa bahwa kita sudah terlalu banyak mengguanakan produk impor. Padahal ribuan bahkan jutaan orang butuh pekerjaan, devisa negara selalu devisit, dengan alasan itu seharusnya kita dengan bijak mengutamakan penggunaan produk lokal dari pada impor. Setdaknya jika produk seperti handphone dan otomotif (motor dan mobil) yang kita gunakan adalah produk ...

Pinjaman luar Negeri, Program Memiskinkan Negara

Pinjaman luar negeri adalah program untuk memiskinkan negara itu pendapat saya yang hanya setengah ekonom, mungkin pandangan ini salah buktinya pinjaman luar negeri masih dilakukan oleh Indonesia dimana pada tahun 2011 hutang luar negeri kita terus meningkat jumlahnya, bahkan sebentar lagi akan masuk pada angka 2 000 triliun, angka pastinya pada bulan Juli 2011 Rp 1.733,64  triliun (metrotvnews), dan terus meingkat dari bulan kebulan. Dangan rata-rata kenaikan jumlah utang 9 triliun perbulan, itung sendiri aja kapan utang Indonesia mencapai 2 000 triliun. Untuk mengatsai masalah utang luar negeri ini pemerintah kita menggunakan sistem tutup lobang gali lobang lebih dalam, tentu saja sistem ini bukan sistem asal-asalan dimana yang ngatur sistem ini adalah ekonom (kapitalis) yang handal, jadi saya menganggap kalau persepsi saya tentang pinjaman luar negeri adalah program memiskinan negara adalah salah(menurut pemerintah). Pada tahun 2012 prediksi pembayaran kredit hutan...

Nasionalisme Dalam Ekonomi

Ekonomi saat ini sedang menuju pada globalisasi ekonomi yang menganut sistem kapitalisme dalam transaksinya, globalisasi seakan-akan memberikan kita kemudahan dan pilihan yang banyak dengan masuknya produk impor kenegara kita, tetapi ada bahaya dan ancaman yang siap  melanda kita diantaranya kemiskinan dan pengangguran. Tentu saja ini tidak kita rasakan secara langsung. Bayangkan jika handphone yang kita gunakan adalah produk lokal maka bisa dibayangkan ribuan orang tidak perlu mengangur, begitu juga dengan produk otomotif bayangkan berapa uang kita yang keluar dan berapa orang yang seharusnya bisa bekerja dibidang tersebut jika kita mau menggunakan produk dalam negeri, tetapi kenyataannya handphone yang hampir menjadi kebutuhan pokok setiap individu rakyat indonesia sebagian besar adalah produk impor dan tidak memberikan keuntungan bagi kita. Kadang kita memikirkan kemudahan dan kualitas dari produk atau harga murah dari produk yang kita pakai tanpa memikirkan dari mana produ...

Cinta Produk Dalam Negri Solusi Perekonomian Negara

Sebagaiman diketahui Neraca pembayaran pemerintah kita mengalami devisit 4 milyar pada triwulan III tahun 2011, salah satu penyebabnya adalah lebih besarnya impor yang masuk dibandingkan ekspor.  Hal itu disebabkan konsumsi masarakat yang lebih percaya dan nyaman memakai produk impor dibanding dengan produk dalam Negri. Jika hal itu jika terus terjadi maka bisa dipastikan kita akan mengalami krisis atau kekacauan ekonomi yang lebih berbahaya. Devisit ini tidak bisa dicegah kecuali dengan meningkatkan impor dan mengurangi konsumsi produk luar, dengan begitu maka maslah devisit neraca pembayaran akan bisa diselesaikan. Menyeimbangkan ekspor dan impor bukan hal yang mudah, dibutuhkan peran semua aspek mulai dari pemerintah, produsen/perusahaan dan tentu saja konsumen. Untuk pemerintah membatasi impor masuk ke Indonesia sudah susah untuk dilakukan dimana sudah ada perjanjian perdagangan bebas yang tidak bisa dibatalkan. tetapi pemerintah bisa melakukan program dalam membantu peru...

Belum Memanfaatkan Segi pariwisata Indonesia Kalah Dari Negara Tetangga

Turis asing merupakan salah satu sektor yang mendatangkan devisa bagi Negara dan meningkatkan perekonomian masyarakat, semakin banyak turis yang datang maka semakin banyak devisa yang didapat. Indonesia sendiri mempunyai daya tarik sendiri dalam segi pariwisata yang dapat menarik turis asing untuk datang ke Indonesia. Bali adalah salah satu sektor pariwisata yang sudah mendunia dan terkenal, kita juga mempunyai pulau komodo yang telah menjadi tujuh keajaiban dunia yang baru, selain itu masih banyak sektor priwisata berkelas internasional seperti candi borobudur, pantai sengingi dan masih banyak lagi sektor pariwisata yang bisa menarik turis asing untuk datang ke Indonesia. Indonesia dalam mendatangkan turis asing masih kalah oleh negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailan. Dimana pada tahun 2010 malaysia berhasil mendatangkan 24 juta turis, Thailand dapat menarik 15 juta turis asing, Singapura dapat menarik 11 juta turis asing, sedangkan Indonesia pada waktu yang sa...