Langsung ke konten utama

Postingan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar

Salah satu ciri era globalisasi yang menonjol saat ini adalah dengan adanya arus barang dan modal dalam bentuk valas atau foreign currency antara berbagai pusat keuangan di berbagai negara yang semakin besar dan cepat, seakan-akan mengalir tanpa mengenal kewarganegaraan pemiliknya dan tanpa batas wilayah (borderless).  Aliran valas yang besar dan cepat untuk memenuhi tuntutan perdagangan, investasi dan spekulasi dari suatu tempat yang surplus ke tempat yang defisit dapat terjadi karena adanya beberapa faktor atau kondisi yang berbeda sehingga berpengaruh dan menimbulkan perbedaan kurs valas atau forex rate di masing-masing tempat.  Ada banyak faktor yang mempengaruhi fluktuasi kurs mata uang. Selain faktor fundamental, faktor non-ekonomi juga berperan dalam mempengaruhi kurs, terutama dalam jangka pendek. Beberapa faktor atau kondisi yang berbeda dan mempengaruhi kurs valas di masing-masing tempat tersebut antara lain sebagai berikut (Hamdy Hady, 2008). Inflasi Inflasi...

Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan, Kebijakan Dividen, Dan Kebijakan Struktur Modal Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Go Publik di Bursa Efek Indonesia

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui secara empiris pengaruh pertumbuhan perusahaan, kebijakan dividen dan kebijakan struktur modal terhadap harga saham. Sampel dalam penelitian ini adalah 22 perusahaan manufaktur go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2003 sampai 2008. Data dalam penelitian ini diperoleh dari publikasi laporan keuangan tahunan perusahaan serta data harga saham dan dividen kas tahunan yang tersedia di BEI. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan bentuan program SPSS 18 (PSAW 18). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan, dan kebijakan struktur modal tidak berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan kebijakan dividen berpengaruh terhadap harga saham. ABSTRACT This research is aimed at analyzing the impact of companies growth, dividend policy and capital structure policy of stock price. A sample in this research is 22 go public manufacture compan...

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PERPINDAHAN MEREK PADA KONSUMEN MINUMAN BERENERGI MEREK EXTRA JOSS KE KUKU BIMA ENER-G

ABSTRACT The aim of this research is to analyze factors that are influencing the brand switching consumers from Extra Joss to Kuku Bima Ener-G in Ciputat. The primary sample data was taken from 100 Kuku Bima consumers in Ciputat district. The data were analyzed using factor analysis with SPSS instrument. The result of research show that 30 indicators were reduced to 27 indicators that are spread in 6 factors. The rests are removed from the model because they do not fix the criteria of MSA > 0,5. The results of this research prove that there are 6 factors that influencing the consumers brand switching: (1) influence of friends or relatives, (2) promotion, (3) distribution, (4) product quality, (5) brand image, (6) price. The cumulative percentage variance of the extracted factors of 78,570%, which means that the results of the research capable of explaining the factors that influence brand switching of Extra Joss to Kuku Bima Ener-G at 78,570% and rest is affected by other f...

Sedikit Sharing Permasalahan Buruh

Perburuhan memang masih menjadi permaslahan yang serius di Indonesia, mulai dari gaji yang kecil sampai persaingan yang ketat untuk mendapatkan pekerjaan. Tentu saja maslah ini harus dicari solusi yang tepat sehingga tercapai kesejahteraan bersama, apalgi buruh adalah pilar utama sebuah negara, semakin baik kesejahteraan buruh maka semakin baik perekonomian negara. Salah satu permasalahan utama adalah dari buruh itu sendiri, dan rakyat pada umumnya, dimana mayoritas lebih suka menggunakan barang impor dibanding menggunakan barang produk lokal padahal tanpa ada kita yang membeli sebuah perusahaan tidak akan mempu untuk memberi gaji yang setimpal dan tentu saja peluang kerja yang ada juga akan lebih sedikit, sehingga permintaan dan penawaran kerja tidak akan seimbang. Tanpa ada kesadaran dari masarakat umum dalam penggunaan produk lokal maka permasalahan buruh tidak akan terselesaikan sampai kapanpun, ini logika sederhana dimana menggunakan produk impor tidak akan memberikan k...

Rasio Solvabilitas (Rasio Leverage)

Rasio Solvabilitas adalah rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jika perusahaan tersebut dilikuidasi. Rasio ini berhubungan dengan keputusan pendanaan dimana perusahaan lebih memilih pembiayaan hutang dibandingkan modal sendiri. Adapun jenis rasio yang umumnya digunakan adalah : Debt to Asset Ratio (DAR) Yaitu rasio total kewajiban terhadap asset. Rasio ini menekankan pentingnya pendanaan hutang dengan jalan menunjukkan persentase aktiva perusahaan yang didukung oleh hutang. Rumusnya adalah total kewajiaban dibagi total aktiva. Debt to Equity Ratio (DER) Yaitu total kewajiban dibagi total ekuitas. Dari perspektif kemampuan membayar kewajiban jangka panjang, semakin rendah rasio akan semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang. Equity Multiplier (EM) Yaitu total aktiva dibagi total ekuitas. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan ekuitas pemegang saham. Rasio ini juga bisa diartikan ...

Perbedaan Leasing Dengan Sewa Beli

Leasing adalah bentuk pembiayaan dalam bentuk penyediaan atau menyewakan barang –barang modal untuk digunakan oleh perusahaan lain dalam jangka waktu tertentu.  Sewa beli merupakan konsep gabungan sewa menyewa dan jual beli, Perbedaan Sewa Beli dan Leasing Sewa Beli : Persetujuan antara pihak penjual barang dengan penyewa dimana penyewa berhak menggunakan barang yang bersangkutan untuk suatu jangka waktu yang disepakati bersama dengan pembiayaan secara secara berkala yang ditetapkan oleh penjual barang. Hak milik secara mutlak beralih kepenyewa pada akhir perjanjian ketika semua pembayaran telah dibayar lunas. Leasing : Hak kepemilikan tidak mutlak beralih kepenyewa, tetapi ada hak opsi yaitu apakah penyewa akan memiliki barang tersebut dengan cara membelinya seharga nilai sisa atau memperpanjang penggunaan barang tersebut atau mengembalikannya pada pemilik lessor Dalam sewa beli peralihan hak milik pasti terjadi setelah berakhir masa sewa, sedangkan pada leasing peralihan h...

Komite Audit

Komite Audit merupakan Organ Pendukung yang berada di bawah Dewan Komisaris. Komite Audit dibentuk untuk membantu dewan Komisaris melakukan pengawasan terhadap pengelolaan IPC sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).  Adanya komite audit diharapkan dapat memberikan rekomendasi akuntan publik, menilai hal-hal yang menyangkut penugasan akuntan publik menilai kebijakan akuntansi serta pelaksanaannya, dan meneliti laporan keuangan, termasuk laporan tahunan, laporan auditor dan management letter. Dalam kaitannya dengan GCG, komite audit harus dapat memastikan bahwa perusahaan telah melaksanakan dan mematuhi semua peraturan hukum serta aturan lainnya yang berlaku serta memastikan perusahaan menjalankan kegiatan usahanya secara etis dan bermoral (Wahyudin Zarkasyi, 2008). Komite audit adalah suatu komite yang terdiri dari 3-5 external members yang professional dalam perundang-undangan, corporate finance dan audit. Komite bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dan memba...